Kamis, Mei 14, 2009

Pemain Ketipung Dadakan

Saya pernah jadi pemain ketipung dadakan. Ceritanya waktu itu pramuka SMP I mengikuti camping di Panasan dalam rangka HUT Pramuka. Tahun 1962 atau 1963 saya lupa persisnya. Kita naik truk AURI dari halaman sekolah sampai di lapangan bola Panasan. Disitu sudah banyak didirikan tenda-tenda untuk menampung anak-anak pramuka yang ikut acara. Sorenya diadakan malam kesenian di gedung pertemuan dekat situ. Yang mengisi acara juga anak-anak pramuka, ada tari-tarian, deklamasi, standen dan lain-lain. Pramuka SMP I menampilkan band-bocah. Yang saya inget pemainnya antara lain Banendro pegang gitar, Widodo main bas, yang lainnya lagi saya lupa tapi penyanyinya saya ingat bener yaitu Djoko Marsono. Djoko dan saya boleh dibilang teman akrab, kalau sekolah saya sering ngampiri dia. Saya suka telpon-telponan kalau dirumah. Dia sering dolan ke rumah saya dan saya juga sering dolan ke rumahnya. Ibunya Djoko suka masak, saya seneng kalau main ke rumahnya disuguhi kue enak-enak. Waktu di Panasan itu kita sudah masuk ke gedung pertemuan, tiba-tiba Djoko mencari saya. Katanya : 'Wan, kamu bisa main ketipung nggak?" Saya jawab : "Bisa saja" Dia bilang : "Ini pemain ketipungnya nggak datang, harus ada gantinya" Sebetulnya saya hanya asal jawab saja kalau saya bisa main ketipung, soalnya di kampung saya ada kelompok gambusan yang dimainkan pemuda-pemuda tetapi saya belum ikut main. Saya hanya ikut nonton tapi kadang-kadang kalau mereka lagi istirahat saya coba-coba mukul-mukul ketipung. Saya tiru-tiru mereka saja gimana cara mukulnya.
Karena itu waktu ditanya sama Djoko saya jawab bisa saja. Terus Djoko bilang sama temen-temennya pemain band kalau Wirawan bisa pegang ketipung. Terus saya disuruh ke belakang panggung disuruh coba mainkan ketipung di depan anak-anak band itu. Saya mainkan saja yang saya bisa plak...ketiplak...ketipung...ketipung... gitu saja saya pukul berulang-ulang. anehnya mereka menganggap saya bisa main. Terus salah satu ada yang memberi contoh cara mukulnya....tak...dung..dung..tak.... Saya coba ikuti irama itu tapi kok saya kurang cocok, mungkin karena saya biasa memukul ala gambusan.
Giliran layar dibuka band main saya pukul saja sebisa saya nggak usah ngikuti arahan teman tadi, pokoknya cocok di telinga saja. Lagunya Burung Kakatua dinyanyikan sama Djoko sambil pantatnya megal-megol, penonton tepuk tangan rame sekali karena Djoko nyanyinya gak malu-malu, lepas saja sambil bergaya. Jadi penonton nggak denger ini ketipungnya cocok apa nggak karena sudah senang sama nyanyinya Djoko. Tapi saya denger ada temen-temen yang duduk di depan teriak-teriak heran : "Lho, itu kok Wirawan ikut main band" Memang saya selama itu tidak pernah ikut latihan band. Yang lain pada latihan sebelumnya, lha saya nggak pernah ikut latihan, tapi kok tahu-tahu muncul di panggung. Saya juga heran waktu itu kok saya mau saja ikut main. Lha, namanya juga pemain ketipung dadakan. Saya sudah lupa waktu itu siapa sebenarnya yang harusnya main ketipung tetapi tidak datang dan mengapa tidak datang, mungkin sakit ya...... Nuwun, Wirawan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar